Fotografis, Meniti, Pasti sehat, Quote, Tajuk

MENELISIK Daripada tidak melakukan apa-apa

Dipuncak acara diakhiri dengan kalimat “Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad ? Oleh sang pemimpin do’a. Dan semua hadirin termasuk Shohibul bait pun dengan bersama melafalkan atau berseru “Allahumma sholli ‘alaih… Seraya berdiri dan berjalan menuju rumah masing-masing.

Nukleus

Tradisi-tradisi ditanah jawa sangatlah beragam dan penuh filosofis yang sejak lama telah dilakukan oleh para sesepuh, jauh sebelum diriku sendiri berada didunia ini. Dan menuliskan pesan singkat ini kepada teman semua. Tak ada hal-lain kecuali mentransformasikan sebuah informasi yang dengan sebuah pengalaman pribadi dan hasil dari orang tua (sesepuh) kami sebagai orang Jawa.

Kali ini saya ingin berbagi sedikit tentang bagaimana orang-orang jawa mendo’akan AL-MARHUM – AL-MARHUMMAH (keluarga yang telah kembali ke-asalnya ataupun meninggal) dengan cara yang dibawa atau di ajarkan oleh orang jawa yang Masyhur pada massanya.

Yah kalau kebetulan anda orang jawa, pasti sudah sangat faham siapa beliau. Tapi dengan segala kemungkinan bahwa yang membaca tulisan ini adalah sahabat dari berbagai negaranya masing-masing. (Menurut statistik di WordPress-ku) kemarin saja saya agak-agak Kaget dengan sebuah notifikasi di aplikasi wordpress ku yang menyatakan setidaknya begini;

โšก “Statistik Anda Meledak! Restu Ngopinih mendapat banyak kunjungan.

Setelah ku klik aplikasi berikon W ini dan waaaah.. bussyet! Yang terbanyak adalah pengguna dari Amerika serikat. Serentak kugulir-geserkan kebawah, sedang Indonesia di urutan kedua,Bosnia, Herzegovina dan Afrika Selatan menurut daftar statistik-ku. Aku tak bisa berfikir apa-apa selain berprasangka baik kepada hal ini.

RADEN SYAHID

atau lengkapnya Kanjeng sunan Kalijaga

Adalah sosok yang sangat penting di tanah jawa yang telah menjadi salah satu dari sepuluh Wali (orang saleh). Andaikan saya punya banyak waktu luang pastilah akan kutuliskan satu persatu,tapi kali kini aku sudah ditunggu oleh rendaman bajuku untuk segera mengucek-nya kemudian menjemurnya dibawah sinar matahari di gantungan baju samping rumahku.

Selamat-an atau Sedekah-an ; Mitung dino atau Nujuh hari – 7 hari, Matang puluh atau 40 hari, Nyatus atau 100 hari, Mendak pisan atau 1 tahun, Mendak pindho atau 2 tahun dan Nyewu atau 1.000 hari setelah kepergian sang Al-marhum. Oleh orang-orang jawa ada sebuah ;

“Peristiwa memohon kepada Allah untuk keselamatan dan permohonan ampun untuk seseorang yang telah kembali ke pada-nya”.

Ini yang dilakukan oleh Kanjeng sunan untuk masyarakat jawa yaitu beberapa tahun silam yang masih berjalan hingga sekarang.

SELAMET-AN NYATUS SIMBAH-KU

“Semoga Allah selalu memberikan per-maafan-nya atas perbuatan-nya selama didunia”.

Singkat cerita hari Jum’at 6 April 2018 kemarin adalah Nyatus-nya simbahku (ayah dari bapak saya) dan Alhamdulillah saya bisa sedikit membantu dalam proses acara itu. Persiapan demi persiapan dari Membagi Surat Undangan yang kubagikan di rumah-rumah warga sekitar dan sanak-saudara dan kerabat dekat simbah-ku. Hingga acara mengirim do’a atau Ngaji surah Yasin di makam Almarhum, aku ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Alangkah indahnya dan aku pun sangat bersyukur atas segala sesuatu yang telah dilakukan pada hari itu. Seorang cucu yang masih muda dan belum banyak pengalaman ini mengusahakan energi untuk simbah-nya [mbah SUDIRJO]. Dengan harapan mendapat ampunan dan permaafan untuk simbahnya.

Memang tidak begitu besar yang telah dilakukan-nya,tapi toh tidak juga buruk daripada tidak melakukan apa-apa?

Satu persatu & menikmati teh panas bersama

hadirin datang dan duduk di tempat yang sudah disediakan tikar atau alas untuk menikmati suguhan yang ada. Ada yang mengenakan baju dan sarung-nya yang beragam motif dan kopiah, dan juga yang memakai celana jeans dan kemejanya dan tak lupa pula kupluk yang persis seperti yang dikenakan Presiden RI Bpk. SOEKARNO di foto-nya.

Memang tidak ada aturan tersendiri bagi para tamu undangan mengenai pakaian-nya untuk datang ke acara tersebut.

Kalau mau pakai kaos oblong juga ndak apa-apa,toh yang diharapkan oleh keluarga Sohibul bait bukanlah pakaiannya melainkan lebih tepatnya kehadiran saudara. Untuk bareng-bareng meminum air teh & suguhan yang telah disiapkan sebelum acara ini dimulai.

Sesi Tahlilan atau kirim do’a

Duduk bersama dari berbagai macam warga dari bapak bapak sampai anak muda yang mewakili orang tuanya yang tidak bisa hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Disambut dengan hangat. Berjabat tangan Satu sama lain. Sembari duduk membincangkan hal-hal yang perlu dibicarakan kepada sesama warga kampung halaman, yang dilihat dari sudut wajahnya mereka tidak sedikitpun kelihatan atau terpancar punya problematika kehidupan. Wajahnya sumringah dan seger-seger saja.

Atau mungkin karena beliau-beliau berusaha untuk tidak menunjukkan kondisi & kesulitan hidupnya kepada sanak saudara dan warga kampung halamannya. Sungguh luar biasa dan indahnya hidup di dalam kebersamaan.

Setelah semua sudah berkumpul dan dirasa sudah saatnya acara dimulai, ada salah satu orang yang memimpin acara yang diawali dengan sambutan;

“Assalamualaikum warahmatullahi wa barokahtu..”

Kemudian bersama-sama membaca do’a tahlil atau mengirim do’a yang dikhususkan bagi almarhum Mbah Sudirjo, tidak sampai sekitar 15 menit sesi ini. Dilanjut dengan resepsi makan soto bersama dan ;

Dipuncak acara diakhiri dengan kalimat “Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad ? Oleh sang pemimpin do’a. Dan semua hadirin termasuk Shohibul bait pun dengan bersama melafalkan atau berseru “Allahumma sholli ‘alaih… Seraya berdiri dan berjalan menuju rumah masing-masing.

Selamat siang dan selamat menjalankan rutinitas sahabat semua, saya memohon maaf kepada anda apabila ada banyak kekurangan dalam tulisan ini datangnya adalah dari saya. Dan kalaupun menjumpai kebenaran ialah dari Allah SWT. Berikut yang bisa saya transfer kepada sahabat.

Salam hangat dari ku.. ๐Ÿ™๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Restu Ngopinih

Iklan

3 tanggapan untuk “MENELISIK Daripada tidak melakukan apa-apa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s