Goes goes yuuh Guys

Kamis,6:00 Pagi

Sebelum masuk jam enam tadi sempat kuajak temen, siapa tahu ada yang mau barengan bersepeda keliling desa-desa. “Goes-goes yuuh guys?”. Ajakan itupun ada dua yang mengiyakan, tapi bermasalah dengan ketidakada-an sepedanya.
Yasudah keputusan untuk goes sendiripun akhirnya kumulai dengan cuci muka, celana santai olahraga dan topi hitamku.

Mulai kuayuhkan dengan pelan, sambil lalu kubuka pintu-pintu indra, mulutku dengan menyapa tetangga yang beraktifitas depan rumah.
Rute perjalanan pertama di area segar persawahan dan aku disapa lembut oleh sang Surya’. Ya, di- selatan desaku adalah sawah luas terbentang sekitar luas GBK.

Perjalanan kali ini aku membersamai orang-orang yang tidak punya waktu untuk tidak berjuang. Ber-sepeda mencumbui sesuatu yang dipikulnya, pun ada yang membawa cangkul. Kutemui seorang berperawakan tinggi menebas-nebaskan Arit-nya untuk memanen padinya yang sudah cukup usia. Dan dihadapnya anak kecil nangkring diatas motor yang terparkir-kan dibahu jalan. “Ntaps dah kau nak”.
Hingga akhirnya ada segerombolan ibu-ibu ASSC (Anti Sakit-sakit Club) melemparkan senyum ia bertanya ‘sendirian aja nak?. Pikirku ibu-ibu itu rutin setiap hari mem-prawani udara pagi yang menyehatkan tubuh setiap orang yang menjamah lebih dulu-an.

“Kok belum saja kujumpai gadis-gadis cantik. Gumamku santai menggoes”.

Dari jauh terlihat ‘Betor melaju lambat dengan dua penumpang dijalanan berlubang, maklumlah jalanan di desa tak semulus wajah Agnes Monica.
Roman-romannya ia selesai pulang berobat di klinik pagi.

Sudah banyak rombongan pesepeda yang asyik mengobrol kusalip dan kali ini aku disalip gadis, yang tidak mungkin ku balik menyalipnya. Ia curang, mengendarai sepeda motor Honda Supra, jadi yasudah lah. Acuhkan saja.

Masuk di-desa Pamutih kudiserbu dari lawan arus motor-motor laju cepat dari anak SMP-SMA, Pekerja dan mobil menancap gas laju-cepat. Berseragam, rok panjang.
“Kupikir mereka kalah. Mereka kalah santai”. Hati kecilku berbisik lirih. Bagaimanapun mereka, aku juga akan melakukan hal yang sama jika berada diposisikannya.

Tapi berbeda dan inilah yang membuat saya menemukan jawaban dari bisikkanku itu. Ketika kujumpai anak dengan baju seragam kuning, rok mini pramukanya. Ia sangat menikmati setiap kayuhan kaki dan asyik dengan obrolan disepanjang jalan menuju ke sekolah. Sesekali ia tertawa kecil dari pembicaraan yang segar temannya sembari menikmati angin semilir.

Tak terasa sudah masuk wilayah desaku yang kini sudah mulai ramai dari aktivitas orang-orang, dan selesai. “Ku ucapkan selamat pagi? kepadamu lewat tulisan ini”. Semoga pagimu mengasyikkan.

Iklan

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s