Fotografis, memuisi, Tajuk

#puisi @rstu_dilangit

SUARA KERAMAIAN AKSARA
Apa yang membuat ramai kita
Apakah, Apa yang kita lewati.
Gerumunan, seringkali hanya ingar
Yang kita sepakati, Ramainya.
Aneh. Lucu. Gemes. Geli. Menggelitik.
Tertawa kita sambil mengajak
Seakan semuanya perlu. Untuk tahu!

Sambil beramai-ramai tanganku, Sibuk.
Sambil mengabaikan kesibukan-kesibukanku.
Sibuk, sibuk dan keramaian sekejap menjelma.
Orang-orang disekitar seakan usang.
Suara suara hilang maqomnya (baca;tempatnya).

Suara itu yang dulu kita dengar, kuperhatikan!
Kuperhatikan suara itu berasal dari dalam.
Yang kau berikan percuma.
Sudahlah, sepertinya sudah tidak perlu.
Tentang dimana ia berada.

Ia kini menjelma dan bertopeng aksara.
Akrsara yang menjelma suara.
Aksara yang menjelma gambar-hambar.
Aksara aksara itu menjadi
Gambar berdurasi yang bergerak.

Suara itu berlapis senyap.
Suara suara itu kini ditelan senyap.
Berdampingan tak lagi ramai.
Selain hanya sepatah kata. SEBENTAR!

Apakah karena mendamba rasa nyaman.
Ataukah kita terkurung, terjerembap
Hinggap Sedalam keinginan.
Sayangnya keinginan keinginan itu
Kita sangat menyayanginya.
Hingga, Sedetikpun waktu berjalan
Itulah wujud nyata Kerugian.

Biarlah hujan deras jatuh
Dan merembeskan kedalam tanah
Tak mengapa kita lupa suara
Tapi yang pasti
Kita-lah penentu Durasinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s