Meniti, Tajuk

Malam digantikan Siang

“Dimanakah yang tidak kamu temukan baik dan buruknya? Atau mungkin kita belum mencari tahu tentangnya”.

“Didunia ada dua sisi,yang terserah kamu mau mengambilnya. Satu sisi baik (positif) atau sisi kiri (negatif)”.

Restu


IKLAN TV

Didunia ini memang tidak bisa dipungkiri atau di tinggal-lewati begitu saja. Sebagaimana kita melewatkan waktu. Sudah barang pasti dan tidak mustahil kalau kita hanya akan mengambil yang kita sadari.

Ini yang disebut keterbatasan-keterbatasan setiap hari.

Bukan saya ingin mengajari, tapi marilah kita menyicil sebuah kesadaran kecil setiap hari yang kita tidak menyadari. Bahkan saya adalah seorang yang sering tidak sadar akan pentingnya memahami.

Saya ingin mengajak anda untuk menelusuri akar dari berbagai sumber tapi saya yakin, saya tidak akan mampu untuk itu.


Baiklah saya ambil hikmah dari kisah di hari-hari ku yang terlewati saja.

Saya sering tidak nyambung ketika diajak bicara oleh temen, tentang apa saja yang menyangkut Dunia Televisi.

Disetiap obrolan ringan bersama dengan teman-teman, seringkali mengambil gambaran atau perempuan masalah TV, entah itu iklan, bintang sinema, dan lainnya.

Tak jarang saya hanya meng-iyakan, dengan maksud agar supaya tidak bertele-tele dan panjang cerita.

Tak tahu kenapa, saya sudah tidak minat dengan Dunia Televisi. Mungkin karena sebuah alasan tertentu yang tidak dapat saya bicarakan disini. Kalaupun dibahas tidak penting-penting amat.

Toh setiap orang punya keputusan sendiri-sendiri dan mengetahui apa yang harus di ambil, dari mana saja dan kenapa.

Terakhir kali saya menonton televisi kira-kira, kurang lebihnya lima tahun lalu.


Sekarang yang terjadi adalah sangat optimis dan penuh keyakinan bahwa apapun yang disukai didalam televisi, entah tokoh, bintang sinetron bahkan pejabat sekalipun. Orang yang menyukainya akan langsung dan segera mempercayai akan Gosip, Kabar, dan Kasus atau peristiwa yang muncul dan datang dari sebuah Acara di televisi.

Bukanya tidak baik, tapi apakah tidak salah jika kita terus menerus mencari dan menelusuri sebuah Kebenaran? Entah didunia nyata yang lebih mudah, atau lebih susahnya didunia Televisi.


Ini adalah masalah yang dibahas pada sebuah buku karya Emha Ainun Nadjib terbarunya.

Yang berjudul;

“KIAI HOLOGRAM”

Saya sudah membaca sinopsisnya yang terupdate disebuah situs web yang menerbitkan buku ini.

Dan semoga bisa memilikinya. Amiin..

Silahkan kunjungi alamat penerbitannya jika anda ingin membeli buku ini di; www.caknun.bentangpustaka.com


IKLAN INSTAGRAM

Membeli barang atau sesuatu sangat banyak melalui media atau iklan.

Inilah sebuah keuntungan dan keunikan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

Dan bahkan ada seorang teman di media sosial ku yang banyak membagikan foto bersama barang yang ia beli dan itu masih nge-Trend atau Booming. Mungkin bukan karena ingin Trendy tapi Ada sebuah rangsangan pada fikiranya yang menjadi sebuah kekuatan untuk membelinya. (Mungkin anda juga sering menjumpai)

Saya yakin ini bukan hanya Negatif tapi ada sisi positifnya. (Kalau kita cari)

Tapi membaca pesan seseorang, saya jadi agak sedikit memikirkannya, dan penasaran dengan ungkapnya. Mungkin seperti sebuah Sugesti. Yang memancing fikiranku untuk mendapatkan hasil dari sebuah pilihan yang tepat.

Seperti ini pesanya;

“LEBIH BAIK KAMU MEMBACA BUKU YANG INGIN KAMU BACA, DARIPADA LEWAT IKLAN TENTANGNYA”


IKLAN DIBENCI

Dan ada salah satu yang paling tidak disukai dan sangat mengganggu. Anda pasti sudah tahu itu bukan?

Memang sih kehadirannya atau adanya iklan tersebut sangat sedikit manfaatnya bagi saya pribadi, toh yang muncul hanya kilas balik tentang sebuah produk tertentu; seperti ‘Toko On-line. Dan sebagainya.

Tapi itulah bagian dari sebuah cara untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan bisnis, atau lebih mudah mendapatkan hasil hanya dari sebuah Iklan.

Apakah anda penasaran?

Yakin belum tahu?

Hehehe yang bener saja sampean.

Kalau sudah tahu,yasudah saya tidak akan memberitahu kepada sampeyan. Dan kalaupun belum silahkan Coment atau sekedar bertemu untuk Ngopi-ngopi.hehehe


Dari sekian ulasan saya apakah anda sudah tahu maksudku?

Tak lain bukan saya ingin mengajari, hanya mengambil sebuah keputusan dari keseharian kita.

Seperti halnya dengan fenomena yang terjadi sekarang; dimana sangat minimnya orang yang masih melestarikan budaya membaca buku.

Dan saya sangat senang sekali pada peristiwa yang terjadi di dalam sebuah kegiatan membaca;

saya merasa dunia sangat besar dan luas ketika saya membaca. Dan saya akan menjadi sempit pada kejadian tertentu yang tidak bisa di pecahkan ketika saya tidak membaca.


Marilah sesama manusia Indonesia dan pengguna internet ada baiknya jika kita tidak melewati kehidupan ini tanpa saling melengkapi dan mengingatkan.

Banyak kesalahan yang saya perbuat dan juga saya memohon kepada anda semua untuk memberitahukan kepada saya kesalahan yang belum saya ketahui.

Good Night guys.. selamat menuju cerahnya pagi.. guys..

Iklan

7 tanggapan untuk “Malam digantikan Siang”

  1. Wow, ternyata Anda slh satu yg terisolir dr televisi ya. 5 thn itu menurut sy rekor. Luar biasa. Sy sih gak gitu jg ya, ttp nonton khususnya konten berita, wlau tdk sering jg. Dan tdk smua yg ada di tv jg kita bs kita rely on. Kita ttp hrs kritis dan cerdas. Sy nonton spy sy tahu jg bgm pndangan media massa trhdap sesuatu isu, dr nya sy jg mungkin bs bljar mkna toleransi atas perbedaan.

    Oya, klau dunia internet (youtube dst, kecuali blog) ap Anda jg brsikap sprti trhdap tv?
    Sy pikir justru youtube atau media sosial lainnya yg bs tdk reliable bnget dibanding tv, krn smua org hampir bs mmbuat konten ntah itu bnar atau hoax.

    Termasuk Instagram, wlau sy sendiri punya akun IG, tp sy jg agak gak familiar.

    Well, klau urusan buku tntu itu bgus skli. Kita memang hrs bnyak mmbca. Bngsa kita memang lmah dlm hal mmbca. Sy pham dg org yg hobi bca. Topik inipun sy prnh ulas di blog sy. Sbgai pnulis kita memang hrs suka bca. Seorang penulis yg baik tentu ia jg hrs pmbca yg baik. Dari cara org menulis kita bs lihat sjauh ap ia mmbca [termasuk konten2 yg ia bca].

    Oya, menurut sy tmpilan postingan2 di blog Anda itu sllu unik, mksdnya bkn unik utk satu postingan terhadap postingan lainnya dlm blog Anda, tp ckup unik dr blog2 lain.

    Sy prlu kritis dlm mmbcanya smpai slsai. Kdang smpe separoh postingan sy msh blm menangkap inti postingan, ap korelasi redaksi judul dg konten, aplgi klau sy hnya mlihat judul postingannya [malam digantikan siang]. Baru pd bgian2 akhir sy mulai mngrti mksd penulis sekalipun kdang msh brtnya [mengambil keputusan dari hidup keseharian?] Mungkin itu slh satu jg yg sy sbut sbgai unik.Namun bnar jg sih, kata seorang bloger (narablog) bhwa tiap blog itu unik, ia punya cara sendiri utk mendapatkan pembacanya. I see that.😄

    #maaf, klau komennya kpnjngan ya.✌

    Suka

    1. Kalau problematika TV menurut saya memang ada positif dan ngatif terserah anda mau mengambilnya. Dan memang keputusan untuk tidak menonton televisi karena masalah waktu keseharian saya ndak ada untuk itu🙏bukanya saya menolak menonton hehe

      Dan apakah beda jika kita mengetahui berita lewat membaca? Tentunya tidak bukan?
      Dan saya memang kagum, kepada seseorang pembaca,karena sangat berbeda jauh dengan seorang yang hanya menonton. Disinilah saya menghargai perbedaan mas😁

      Kalaupun media sosial,IG dan lainya menurut saya juga sama, bagaimana anda membaca sebuah tontonan dan memilih sebuah keputusan untuk keseharian. Baik dan buruk diri sendiri yang menentukan pilihan.

      Terimakasih atas komentarnya mas desfortin🙏 SALKOMSEL

      Suka

      1. Ya, btul. Intinya sih tiap2 org gak sama ya.
        Trhdap mmbca juga jg hmpir stiap kita kagum, dan jg sy sllu lbih kagum klau org jg menulis, tntu menulis yg baik. Krn pnulis yg baik adalah jg pmbca yg baik.😄

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s