Fotografis, Meniti, Pasti sehat, Quote, Tajuk

Satu Kali Putaran MONAS

Kenapa setelah ia pulang. Dengan kata ‘Ucapan Selamat Jalan’. Baru mengenalkan-ku tentang Karya-nya? “.


-Literasi


Selamat pagi sahabat yang selalu setia dengan dunia membaca dan menulis, yang entah mengapa tiba-tiba muncul di benak-ku suatu keinginan untuk sedikit; ‘Menulis Tentang Seorang Penulis.


[ Membaca, menulis, adalah sebuah proses. Seseorang yang dalam membaca telah khatam (telah menjadi kebiasaan), akan secara otomatis terpancing untuk menulis. Lewat menulis seseorang akan terus dicatat. Maka tidak berlebihan kalau saya mengatakan, “jadilah engkau seorang penulis, karena dengan menulis maka engkau menjadi ada]. KH. ZAINAL ARIFIN THOHA

Berangkat dari pesan beliaulah di sebuah cover buku-nya yang tertumpuk di bagian ter-atas dari segelintir buku-buku di meja kecil rungan-ku. Yang memanggil ku untuk menggerakkan jari-jari mungil ini. Untuk bersilaturahmi dengan anda melalui sebuah tulisan, dan semoga Allah selalu menyambungkan hati kita. Amin…

Memang sih rasa suka akan baca buku belum begitu tertanam dalam di jiwa ku. Apalagi menjadi sebuah kebiasaan setiap hari, belum. Iya aku belum mampu untuk itu. Paling tidak hanya sekadar membuka-tutup, kemudian lupa untuk membuka lagi.

Ah.. sungguh payah-nya diriku. Tapi Biarlah menjadi PR bagiku untuk terus memperbaiki kualitas atau daya literatur-ku.


Hari ini ada sebuah berita duka bagi orang-orang yang ditinggalkannya dan khususnya bagi warga Indonesia. Pastinya anda sudah tahu betul siapa ia ? yang semoga Allah SWT selalu memberikan ampunan-nya kepada beliau dan diterima segala perbuatan baik dan hasil karyanya untuk generasi muda Indonesia.



Jarak sekitar, antara satu putaran jalan kaki, memutari area MONAS (monumen nasional) tepatnya di Jakarta. Itulah jarak dari rumahku menuju tempat ku menuliskan ini.

Tapi jangan lantas anda mem-praktikkan-nya secara langsung. Hehehe.. saya takut anda akan ketagihan dan mengulanginya lagi. Toh saya hanya menggambarkan sebuah jarak dari rumah ke tempat kerja-ku.

Saya tidak punya banyak koleksi buku-buku dirumah, paling hanya secuil dan itu bukan punyaku. Biasanya ku membacanya di tempat kerjaku ini, entah kenapa rasanya lebih asyik ditempat kerja.

Dan buku KH. ZAINAL ARIFIN THOHA inilah yang membuat saya merasa lebih percaya diri dan memilih untuk menulis. Mungkin ini yang kusebut sebagai ‘belajar berproses. Dari membaca, menulis kemudian kubaca lagi, walau hanya lewat sebuah aplikasi Android ku ini. Yang kuharapkan bisa menambah rasa suka untuk selalu membaca.

Anda juga pasti sudah mengenal sosok beliau. Saya tidak bisa banyak membahas tentangnya. Karena segala keterbatasan saya. Tapi sudahlah.. saya kok jadinya bercerita tentang kehidupan sehari-hari ku, karena tujuan saya adalah mengutip pernyataan Status di-social media.

Tadi pagi saya membuka aplikasi Facebook untuk mengakses informasi dan berita hari ini. Dan yang kudapatkan adalah sebuah kata “Ucapan Selamat Jalan Bapak Seniman Indonesia. Yang namanya baru saja ku mendengar dan membaca hari ini.

Mungkin karena kurang bacaan dan wawasanku tentang dunia karya atau tulisan.


Saya bersedih atau lebih tepatnya gelisah karena dua hal; yang pertama ‘kenapa saya tidak tahu dan tidak ingin mencari tahu tentang sosok berprestasi di Indonesia ini. Dan yang kedua, kenapa saya tidak memperbanyak koleksi buku-buku ataupun karya seni dari orang Indonesia.

Mungkin ini bukan hanya sekedar curhatan seorang anak yang tak mampu untuk memimpin kehidupannya, tapi lebihnya kepada usaha kecil untuk menuntut diri menuju ke arah perubahan dari sebuah ketidaktahuan.


Harapannya agar dengan menuliskan pesan ini dapat menjadi sumber ke-semangatan untuk terus-menerus mencari dan membaca karya orang-orang hebat di Indonesia, yang memiliki banyak sekali seniman-seniman besar yang terkenal ataupun yang tidak pernah kita ketahui kecuali setelah ia pulang.

“Kenapa setelah ia pulang. Dengan kata ‘Ucapan Selamat Jalan’. Baru mengenalkan-ku tentang Karya-nya? “.


Inilah kegelisahan ku yang ku alami hari ini; mengapa banyak yang menyebut atau mengucapkan selamat tinggal. Hanya saat seseorang telah pergi? Sedang di saat-saat sebelumnya mengapa tidak mencoba untuk mengenalkan sosok-sosok penting di setiap harinya?

Tidak ada maksud lain dari kegelisahan ku ini, kecuali harapanku semoga bisa mendapatkan penawarnya dari sahabat semua..


Dan ku ungkapkan kepada diriku sendiri untuk senantiasa berusaha mencari dan membaca karya-karya seni orang Indonesia.

selamat jalan Bpk. H.Danarto dan semua orang yang berjasa di tanah air ini. Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk orang besar sepertimu. Saya mohon maaf karena baru mengenalmu setelah selesai tugasmu. Dan maaf saya tidak bisa membuat status ‘Ucapan Selamat Jalan di Fb-ku. Mungkin hanya pesan singkat ini. Dan kepada BPK.KH. ZAINAL ARIFIN THOHA semoga semangatmu selalu mengalir di darah generasi indonesia.

Dan mari kita renungkan bersama makna mendalam pada kata berikut ini;
إنّا لله وإنّا إليه راجعون
“Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah, dan kepada Allah jualah kami kembali.”

Sekali lagi maaf dan Selamat Jalan..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s