Meniti

Energi dalam ke-tidaktahuan ?

“Sering membacanya

Terkadang setengah dan tak jarang sampai rampung satu dari tulisan-nya”.

Biasanya pagi menjelang subuh sudah terbit sebuah tulisan yang ku nantikan. Seperti anak kecil yang ditinggal orang tuanya pergi dan pulang membawakan sesuatu, ya aku merasa seperti itulah yang kurasai. Sambil ngopi ku tulis sebuah pengalaman ku ini yang semoga bermanfaat buat diri saya dan semoga buat orang lain juga seperti anda, yang mungkin sudah ataupun belum mengenal.

Kebanyakan orang lebih tertarik ketika ia sudah mengerti dan paham dengan apa yang ada di depannya, tapi bukan berarti. Tidak, bagi sebagian orang malah lebih penasaran, rasa ketertarikan, ingin mengetahui, dan jatuh cinta kepada sesuatu atau seseorang yang belum pernah, dan sama sekali tidak mengenalnya.

Saya rasa ini bukan masalah yang menjadi dasar untuk sebuah kehidupan seseorang, tapi bagaimana dengan hal seperti itu supaya menjadi sebuah energi dalam batin atau sebuah spiritualitas menuju ke arah Mengetahui dan perkenalan kepada apapun saja.

Sebagai contoh saya seringkali dalam keseharian yang amat sederhana menjumpai beberapa kali peristiwa semacam ini. Disaat saya sedang duduk-duduk santai dan tenang disebuah kursi rumahku. Datang seorang teman yang baik dan tidak jahat menghampiri dengan sapa-sapaanya yang terkadang basah dan basih. Hehehe..

Dirumahku ada sebuah alat sederhana tidak mewah dan murah meriah yang biasa kupetik dan genjreng (pasti anda sudah tahu tanpa saya harus menjelaskan apa itu?)

Dia memang bukan pemain yang sudah mumpuni dalam dunia permusikan tapi sebagai anak desa yang terinspirasi oleh orang-orang besar yang berada di papan atas industri musik Indonesia. Sering kita bersama kadang sekedar bermain sendirian membawakan sebuah karya dari orang tertentu.

Pada saat saya tidak tahu bahkan belum pernah mendengar sebuah karya dari yang dimainkan temanku lewat alat sederhana itu. Pada saat itu juga ada sebuah spiritual atau energi kepenasaran-an mendalami dan seperti mengajak rasaku untuk masuk ke menikmatinya. (Padahal aku belum mengenal dan mengetahui siapakah yang membuatnya?)

Mungkin.. mungkin karena itu kita bisa menggali dan mencari-cari apa sebab dari itu?

Memang benar kita harus selalu dan terus menerus mencari dan mendalami siapa diri kita lebih dalam, dan siapa orang lain yang juga merupakan sumber energi itu?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s